Design is Not Just an Art

Haloooo para pembaca!

Kali ini saya akan mengulas mengenai design thinking yg minggu lalu kuliahnya disampaikan oleh guest lecture yg sangat kreatif & unik. Namanya mungkin udh ngga asing lg didengar di kalangan anak-anak ITB, khususnya para pencinta cinematografi. Yap! dialah sang producer film CI(N)TA, Mr. Adi Panuntun!! Beliau merupakan lulusan dari fakultas Seni Rupa ITB.

Adi Panuntun

Wuih, seneng bgt deh bisa dapet pelajaran banyak dari kakak satu ini. Selain ngasih ilmu mengenai apa itu design, beliau juga ngeshare banyak pengalamannya dalam membudidayakan segala sesuatu demi pencapaian yg kita impi-impikan. Coba aja nih pikirin, gimana coba bisa nyediain alat perfilm-an dengan budget yg bisa dibilang kurang?? Standardnya aja, penyewaan kamera, lampu, mic, dll tuh makan biaya yg super gede, soalnya kan disewainnya per hari, ya kali aja deh ada orang yg mau bikin film dalam waktu 1 hari -__-‘

CI(N)TA

Nahhh, oleh karena itu akhirnya kak Adi ini cari tau mengenai kamera film yg memiliki teknologi lebih ekonomis drpd kamera yg selayaknya dipakai untuk pembuatan film layar lebar (yaa setidaknya fps-nya ga jauh beda hhe). Oke, untuk kamera, it’s done! Eits tp tunggu dulu, ternyata msh banyak masalah yg mnunggu di depan. Misalnya untuk track kamera (untuk menggeserkan kamera saat sedang syuting) yang berharga uber expensive! untuk disewa pada saat itu. Kak Adi ternyata juga ngga berhenti berpikir untuk mengakali masalah ini, akhirnya dia bertemu dengan dua org temannya yg berasal dari teknik mesin & teknik elektro untuk membahas mengenai track kamera ini. Bermodalkan kawan dan makan siang di Gelapnyawang, ternyata membuahkan hasil yg sangat brilliant bagi kemajuan film yg akan digarap oleh kak Adi. Kedua temannya bilang kalo alat track tersebut cetek & gampang buat dikonstruksi dannnn deal pun tercipta!! HOORAY!! Kak Adi jg bilang kalo mesin buatan temannya itu sampai sekarang jg msh sering disewakan, jadi yaa itung2 balik modal lah hehe.

Design Thinking Process

Oke, mungkin itu sedikit intermezzo aja ttg profile kak Adi. Nah, skrg saya mau ngeshare nih apa aja yg udah saya dapet dari kuliah yg disampaikan oleh kak Adi minggu lalu. Topiknya ialah mengenai Design Thinking. What’s that huh? Kasarnya sih design thinking itu bisa diartikan sebagai berpikir kreatif & inovatif. Namun kak Adi mengatakan bahwa dibalik kata design thinking itu terdapat makna tersirat yg sangatlah dalam & jarang disadari oleh kebanyakan orang. Makna tersebut ialah dengan menggunakan design thinking, kita dapat menjawab tantangan apapun yg kita hadapi, seperti pada contoh di atas aja di mana kak Adi bisa mendapatkan alat2 perfilm-an dengan budget seadanya.

“Design thinking lead us to be a person who will always able to survive even if there are no possibilities!”

Kata2 di atas merupakan opini saya sendiri mengenai fungsi dari design thinking pada kehidupan sehari-hari kita. Saya percaya bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu yg datang tanpa design. Even the God himself is using design in creating this universe!

Sebagai contoh lain dari proses Design Thinking, let’s take a look back to the history of Teh Botol SOSRO & AQUA:

Pengakuan dari salah satu penggemar teh botol sosro (just kidding! lol)

Merek SOSRO yang sudah dikenal di masyarakat, sebenarnya merupakan singkatan dari nama keluarga yaitu Sosrodjojo yang mulai merintis usaha Teh Wangi Melati pada tahun 1940 di sebuah kota kecil di Jawa Tengah bernama Slawi. Teh wangi (Jasmine Tea) adalah racikan (blending) antara teh hijau dan bunga melati yang diperkenalkan pertama kali itu bermerek Cap Botol. Yang menarik, Sosrodjojo (generasi pertama keluarga Sosrodjojo), telah menerapkan prinsip-prinsip branding. Prinsip utama : nama merek mudah diucapkan dan diingat, juga dari sisi grafisnya mudah dikenali serta diingat. Contohnya teh wangi Cap Botol, yang disingkat menjadi teh botol.Konsep merek macam apa dalam pemikiran Sosrodjojo yang melatari pemilihan merek ini ? Pertama, kata Botol mudah dimengerti oleh semua kalangan dan tidak menimbulkan makna ganda. Bukankah setiap rumah tangga pasti memiliki botol, di kota maupun di desa.Kedua, kata Botol mudah diingat oleh konsumen, yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga. Agar lebih mudah diingat, gambar botol juga dicantumkan pada kemasannya, sekaligus untuk mempermudah konsumen buta huruf. maklum ini suasan tahun 40-an yang masih sedikit yang melek huruf. Ketiga, kata Botol tidak mempunyai konotasi maupun citra negatif.

Dalam upaya menerobos pasar nasional keluarga Sosro masuk pasar Jakarta. Alasannya potensi pasarnya yang besar, sebagai sentra perdagangan yang memudahkan pemasran di daerah lain, serta posisi Jakarta sebagai trend setter bagi masyarakat daerah lain. Menguasai Jakarta akan memudahkan ekspansi ke daerah lain. Teh Cap Botol berhasil menjadi market leader untuk Jakarta dalam arean persaingan yang ketat. Salah satu program promosi untuk mempertahankan pasar adalah program Cicip Rasa.

Langkah pertama adalah pengumpulan massa. Setelah massa berkumpul, Teh Cap Botol mulai diseduh untuk dicicipi oleh pengunjung, serta mereka diberikan sample untuk dibawa pulang. Namun ternyata, para pengunjung tersebut tidak bisa dipertahankan kehadirannya karena untuk menyeduh teh memerlukan waktu sekitar 30 menit. Pada saat contoh teh siap untuk dikonsumsi, hanya sedikit pengunjung yang tersisa untuk mencicipi. Sehingga menyebabkan program tersebut menjadi tidak efektif.Kendala tersebut diatasi dengan cara menyeduh Teh cap Botol di kantor terlebih dahulu sebelum mengumpulkan masa atau menuju tempat-tempat keramaian, baru dipanaskan kembali di lokasi promosi. Teh yang telah diseduh tersebut disimpan di dalam panci atau tempayan. Cara ini cukup efektif dan jumlah pengunjung yang mencicipi menjadi lebih banyak.Walaupun demikian, cara tersebut masih memiliki kendala yang cukup merugikan. Hampir semua jalan yang ada pada waktu itu dalam kondisi yang memprihatinkan, bergelombang dan berlubang. Kondisi ini menyebabkan banyaknya teh yang sudah diseduh dan disimpan dalam panci atau tempayan tumpah selama dalam perjalanan menuju tempat promosi, yang menyebabkan sering terjadi kekurangan contoh untuk dicicipi. Akhirnya ditemukan cara yang cukup sederhana tetapi efektif : air teh yang telah diseduh dimasukkan ke dalam botol-botol yang telah dicuci. Dari program Cicip Rasa yang dilakukan bertahun-tahun inilah, timbul ide untuk membotolkan teh. Apalagi berdasarkan pengalaman tidak semua orang bisa menyeduh teh dengan baik dan benar.

Pada tahun 1969 mulailah keluarga Sosrodjojo menjual teh siap minum dalam kemasan botol. Merek yang digunakan adalah dengan merek Teh Botol Sosro. Merek tersebut dipakai untuk mendompleng merek Teh seduh Cap Botol yang sudah lebih dulu populer dan mengambil bagian dari nama belakang keluarga Sosrodjojo.Untuk kemunculan desain botol pertama, adalah pada tahun 1970 dan desain botol tidak berubah, lebih dari 2 tahun.Untuk desain botol kedua yaitu pada tahun 1972 juga bertahan sampai dengan 2 tahun.Dan pada tahun 1974, dengan didirikan PT. Sinar Sosro di kawasan Ujung Menteng (waktu itu masuk wilayah Bekasi, tetapi sekarang masuk wilayah Jakarta), maka desain botol Teh Botol Sosro berubah dan bertahan sampai sekarang. Pabrik tersebut, merupakan pabrik teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan pertama di Dunia.

Aqua

Pada Tahun 70 an Saat orang bepergian menggunakan kereta api dari jakarta ke surabaya atau ke kota lainnya pasti sering merasakan haus yang luar biasa, dan pada kondisi seperti itu yang dituju tak lain hanyalah Restorka atau turun pada stasiun pemberhentian untuk membeli minuman , dan sudah tentu ditempat tempat seperti itu harga menjadi tak wajar, apalagi membeli di atas kereta api walaupun hanya segelas Air putih, karena yang di jual di restorka biasanya adalah kopi , susu , atau teh manis . dan orang mulai berfikir bagaimana membawa air putih saat bepergian, cara paling mudah adalah menyimpannya di dalam botol dibandingkan harus membawa termos air yang bakal repot membawanya , nah ide membawa air dalam botol inilah yang mendasari orang menjual air mineral dalam kemasan.

Aqua lahir atas ide almarhum Tirto Utomo (1930-1994). Beliau menggagas
lahirnya industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia melalui
PT Golden Mississippi pada tanggal 23 Pebruari 1973. Hebatnya lagi, beliau berani memundurkan diri dari jabatannya di PT Pertamina dan membuka usaha baru di bidang air mineral. Ide tersebut mungkin terdengar gila bagi kita, bagaimana tidak?! Di Pertamina saja beliau telah mendapatkan kursi yg tinggi dan memiliki peluang besar untuk naik ke jabatan yg lebih tinggi lagi. Ya namanya juga orang kreatif, ngga akan ada habisnya buat distop kalo udh mau merealisasikan impiannya. Saya pernah dengar, kalau bapak alm. Tirto memiliki angan2 untuk mendapatkan penghasilan 10x lipat dari penghasilannya sekarang, dan impiannya itu ia tulis di selembar kertas dan dipajang di kamarnya, jadi setiap ia pulang kerja & bangun tidur,ia selalu teringatkan oleh impiannya tersebut. Dan alhasil, impiannya tersebut sudah tercapai bahkan bisnis air mineral tersebut masih terus berlanjut sampai ke generasi-generasi berikutnya. Saluut untuk bapake!!

 

APEL x BOARD MARKER

“Sebutkan hubungan antara spidol (board marker) dengan buah apel!” merupakan pertanyaan yg dilontarkan oleh kak Adi pd saat kuliah CI minggu lalu. Terus terang saya bingung apa hubungannya antara kedua benda yg sama sekali ngga berhubungan itu. Sampai akhirnya saya menyadari bahwa apel merupakan buah yg sering dibawa oleh para murid sekolah untuk diberikan pada gurunya setiap pagi (biasanya pada film2 kartun amerika) dan board marker sendiri merupakan alat tulis yg banyak dipakai pada kegiatan belajar mengajar di sekolah belakangan ini. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa buah apel dan board marker tersebut memiliki hubungan yg sangat dekat dalam bidang pendidikan, di mana para murid memberikan apel untuk gurunya sebagai ucapan terima kasih telah memberikan mereka pengajaran yg berguna bagi masa depan mereka dan sang guru memberikan pengajaran melalui papan tulis yg diisi dengan ilmu2nya yg dituliskan dengan board marker. Haha, got it bro? Ternyata bener juga loh klo segala sesuatu itu pasti memiliki hubungan walaupun tidak secara langsung!

 

Traditional Business Strategy Class VS Innovation and Design Class

Pada kali ini, kak Adi juga menantang teman2 sekelas untuk memberikan opininya mengenai perubahan terhadap retail marketplace di 10 tahun yg akan datang dan bagaimana kita harus meresponnya.

Ada 2 issue yg dapat mempengaruhi yaitu:

1. Traditional Business Strategy: Ini merupakan strategi bisnis pada umumnya, di mana seseorang dapat menentukan strategi dalam berbisnis dengan menganalisa trend yg sedang ada dan laporan-laporan mengenai demand pasar pada zaman tersebut. Approaching yg dilakukan lebih terkesan kaku dan terstruktur karena pada traditional ways, people are tends to believe that market will accept for something that could be proved by analyzing some numeric data about the market demands and supplies and find the best answer to decide it!

2. Innovation and Design: Berbeda dengan issue sebelumnya, dengan menggunakan pendekatan market melalui inovasi & design, dipercaya kita dapat menghasilkan sesuatu yg way better from our expectation before. Why? Karena basically, orang2 interest pada segala sesuatu yg baru, walaupun fungsinya bisa jadi kurang worthed dibanding pendahulunya. Namun, siapa sih yg bisa menebak market saat ini? Banyak juga orang2 yg rela mengeluarkan uangnya demi sesuatu yg dinilainya memiliki nilai seni & inovasi yg cukup baik. As an example, iPad yg mana merupakan suatu trend baru di masyarakat di mana kita tdk perlu lagi membawa laptop/netbook untuk kepentingan bisnis maupun lainnya. Kalau dilihat sbenernya iPad itu useless loh, totally useless!! Yg saya lihat sih samapi sejauh ini, orang2 membeli iPad hanya untuk gengsi dan main game and finish. Tapi semakin kesini, kita semakin pintar dan mengerti bagaimana menggunakan teknologi baru tsb untuk menunjang kehidupan sehari2 kita. Intinya sih, with innovation and design, people will love our product more than the others and they will decide their own desire in using those product.

For me, in the next 10 years people will more concern in using Innovation and Design class, because life is never enough without any changes! Therefore, fight to be better and better since today and never judge negatively of other people opinions because it might be a brilliant idea that can makes money galore!!

Okay, cukup sekian ulasan kali ini, semoga dapat memberikan inspirasi yg sangat bermanfaat bg para pembaca sekalian. Oia, sebagai penutupnya saya akan menampilkan salah satu video ttg Video Mapping yg pd saat ini sedang kerap naik daun karena unik dan berbeda drpd yg lain. Well, here it is:

*created by Mr.Adi Panuntun & friends

Advertisements
This entry was posted in MB4048. Bookmark the permalink.

One Response to Design is Not Just an Art

  1. satriyabisniss says:

    Numpang promo ya gan..:D

    LOWONGAN KERJA SAMPINGAN GAJI 3 Juta/MINGGU

    Kerja Management dari program kerja online (Online Based Data Assignment Program / O.D.A.P) MEMBUTUHKAN 200 KARYAWAN diseluruh indonesia yang mau kerja sampingan online dengan potensi penghasilan 3 JUTA/MINGGU+GAJI POKOK 2 JUTA/BULAN, Tugasnya hanya ENTRY DATA, per entry @10rb, Misal hari ini ada kiriman 200 data dari O.D.A.P yang harus di ENTRY berarti kita dapat hari ini @10Rb x 200 = 2 JUTA. Lebih Jelasnya kirimkan Nama LENGKAP & EMAIL ANDA.

    Buka http://www.penasaran.net/?ref=cdizbb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s